Mengapa Raspberry Pi 5 Adalah Otak Terbaik untuk Robot Autonomous Quadruped?

Mengapa Raspberry Pi 5 + Hailo-8 jadi kombinasi maut buat robot quadruped? Cek alasan teknis efisiensi daya & performa AI 26 TOPS di sini!

Komponen Raspberry Pi 5 yang dirakit untuk proyek robot autonomous quadruped di meja kerja.

“Kenapa saya memilih Raspberry Pi 5, sebagai Otak utama dari Proyek Robot Autonomous Quadruped saya?”


Kita Lanjut curhatan proyek robot autonomous quadruped saya, tapi dicerita kali ini masuk ke dalam pemilihan Hardware, khususnya “otak” dari robot itu sendiri. Setelah mutusin bentuk kaki empat dan autonomous, sekarang saatnya bahas “otak”-nya. Saya akhirnya pilih Raspberry Pi 5 dengan RAM 16GB dipasangkan AI Hat Hailo-8 26 TOPS (resmi Raspberry Pi AI HAT+ 26 TOPS), dengan SSD NVME sebagai storage-nya. Weeh terlihat powerfull ya? Atau lebih ke terlalu berlebihan?

Nah sebelum lebih jauh, curhatan ini bukan saya tujukan hanya untuk teman-teman teknikal saya, tapi juga untuk pembaca pembaca yang tidak bergerak di dunia IT tapi penasaran tentang Robotika, jadi kita akan bahas sesederhana mungkin ya.

Dimulai dari, Apa Itu Raspberry Pi 5 + AI HAT + Hailo-8 26 TOPS?

Singkatnya, ini kombinasi antara single board computer (SBC - semacam komputer mini) yang paling populer di dunia (Raspberry Pi 5, disini saya pakai yang varian 16GB RAM) yang saya pasangkan juga dengan Hardware Attached on Top (HAT) khusus AI dari Raspberry Pi sendiri, yaitu Hailo-8 dengan 26 Tera Operations Per Second (TOPS), ini sebuah aksesoris yang memiliki fitur khusus yang bisa dikoneksikan langsung dengan Raspberry Pi-nya, dan dari nama nya sudah sagat jelas fitur yang dibawa nya adalah untuk menangani komputasi yang berhubungan dengan AI. Gimana sudah tergambar kan?

Nah sekarang Kenapa Saya Pilih Ini sebagai Otak Robot Quadruped?

Ada beberapa pertimbangan yang saya Pikirkan sebelum memilih kombinasi Raspberry Pi 5 versi 16GB RAM dan AI Hat Hailo-8 26 TOPS, yang akan saya jabarkan sebagai berikut:

  1. Pertimbangan Energi yang diperlukan. Proyek Robot Autonomous Quadruped yang sedang saya bangun ini akan menggunakan baterai untuk menghidupkannya, jadi setiap komponen harus diperhitungkan penggunaan daya listrik-nya. Berkaitan dengan “otak”-nya juga sama harus lebih irit energi, dan distribusinya harus benar.
  2. AI HAT Hailo-8 26 TOPS Cukup kencang buat AI. Beberapa fitur Robot yang sedang saya bangun akan menggunakan Proses yang berhubungan dengan AI, khususnya Face Recognition, object detection dan Speaker Recognition, jadi saya tidak bisa hanya mengandalkan CPU yang ada pada Raspberry Pi 5 saya, tapi akan lebih optimal jika menggunakan AI HAT resmi yang baru dirilis untuk Raspberry Pi 5 ini (Sebelumnya belum ada).
  3. Kemudahan dalam pengembangan dan support komunitas yang berlimpah, serta Ekosistem Raspberry Pi yang wah. Proyek yang sedang saya buat ini adalah proyek R&D Secara keseluruhan saya belum sangat matang di dunia robotika, akan tetapi harapan saya proyek ini membuat kemampuan Robotika saya menjadi meningkat, dan dengan kondisi seperti itu, saya memerlukan kemudahan dalam pengembangan dan penanganan masalah ketika proses development itu.
  4. Harga yang lebih masuk akal. Memang harga total Raspberry Pi 5 dengan varian 16GB RAM ditambah AI HAT Hailo-8 26 TOP tidak bisa dibilang murah, tapi ini adalah salah satu alternatif termurah untuk SBC dikelasnya, misalnya kita bandingkan saja dengan NVIDIA Jetson yang dari segi harga wah banget.

Jadi kesimpulan-nya, Saya nggak cari yang paling powerfull di kertas. Saya cari yang paling masuk akal buat proyek quadruped autonomous yang saya rakit dari nol, yang nantinya bakal jadi teman main anak saya plus menambah pemahaman saya secara teknikal dibidang Robotika. Raspberry Pi 5 + Hailo-8 26 TOPS kasih saya kebebasan buat fokus ke proses development secara software — bukan ribet ngatur power dan cooling kompatibilitas hardware lain-nya, dan lain sebagainya.

Proyek ini masih sangat panjang, tapi otaknya sudah saya persiapkan secara Hardware. Jadi apa yang akan saya bahas di step berikutnya? Terima kasih sudah nemenin curhatan saya!

— Prahastha